Author Topic: Blogfam: Sejarah dan Berita  (Read 30221 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline maknyak

  • Administrator
  • Dagang Berlian
  • *****
  • Posts: 4.256
    • http://serambirumahkita.blogspot.com/
Blogfam: Sejarah dan Berita
« on: Sunday, April 03, 2005, 06:27 PM »
Blogger Family, "Kehangatan Sebuah Keluarga"

ditulis oleh: YNa
http://ynawrite.blogspot.com/2004/12/blogger-family-kehangatan-sebuah.html

Pastinya bloggers Indonesia sudah ga asing dengan satu komunitas perblog-an di Indonesia yang bernama Blogger Family. Tapi apa bloggers nyangka kalau penggagas Blogger Family ini para ibu?. Nah, mau tau asal muasalnya Blogger Family ini dibentuk dan siapa saja para 'ibu on the net' dibalik suksesnya komunitas ini, silahkan ulik terus tulisan berikut.

Asal Muasal
Ide pembentukan Blogger Family yang disingkat BF ini dimunculkan pertama kali oleh ibu Labibah atau dikenal dengan panggilan maknyak, pemilik http://www.berandarumahkita.com/ yg saat ini blog beliau pindah sementara ke http://serambirumahkita.blogspot.com/.

"BF adalah komunitas Blogger karena BF merupakan tempat para blogger Indonesia dengan segala umur berkumpul dan saling berbagi informasi dalam suasana yang hangat dan kekeluargaan," jelas maknyak.

Maknyak juga menceritakan bahwa ide membuat BF itu dimulai dari para 'emak' - sebutan maknyak untuk para ibu on the net - yang sering merasa terlalu 'tua' untuk bergabung di komunitas Blogger tapi aktif ngeblog dan byk inisiatif. Lalu mereka saling teriak di shoutbox blog masing2, juga chat di YahooMessenger untuk merumuskan beberapa ide yg muncul.

"Kemudian saya punya pikiran untuk membuat mailinglist. Di dukung oleh Di dukung oleh tutup panci, seseorang, belalang, geboy, rieke, dan ielo, yang lalu mereka ini saya sebut Co-Founders, maka terciptalah mailinglist Blogger Family," kata ibu dua anak satu suami yg saat ini bermukim di Montreal, Canada ini, yang mulai ngeblog sejak tgl 11 November 2003 ini.

Dari mailinglist iyang berdiri tanggal 6 desember 2003 tu, maknyak menuturkan beberapa membernya memberikan masukan positif, diantaranya Richoz yang mebuatkan banner BF sekarang ini dan Bunbun yang memberikan ide untuk membuat forum BF.

Hingga saat ini, komunitas BF tergabung dalam bbrp media, yaitu mailinglist (http://groups.yahoo.com/group/bloggerfamily/), lalu forum BF http://forum.bloggerfamily.com/ yg sekarang pindah ke http://blogfam.com/forum, kemudian Friendster (bloggerfamily@yahoo.com) dan blog (http://www.blogfam.blogspot.com/) dimana para anggotanya dapat menyumbangkan tulisan apapun disana, walaupun blog ini masih bersifat sementara.

Dalam perkembangannya, forum Blogger Family inilah yang lebih dikenal para Blogger Indonesia. Buktinya pernah disebutkan dalam Tabloid PC Plus dan Majalah Komputer Aktif yang saat itu mengulas 'Dunia Weblog'.

Virtual Family
Member BF, jelas maknyak, tadinya hanya berjumlah bbrp orang dan berisi para emak yang merasa terlalu tua untuk bergabung di komunitas blog yang ada tapi ingin membentuk sebuah komunitas yang benar-benar pas dengan kadar kekeluargaannya. Lalu siapa sangka diulang tahunnya ini, jumlah anggota BF sudah mencapai 500 orang lebih dan ternyata yang bergabung di dalamnya tidak hanya para emak tadi.

"Toh sebuah keluarga tidak harus menjadi 'ayah atau ibu semua'. Sebuah keluarga memerlukan seorang anak, kakak, adik, tante, keponakan, om bahkan kakek dan nenek. Begitulah 'Blogger Family'," kata maknyak.

Ya, 500-an anggota di forum BF saat ini terdiri dari berbagai usia, status dan profesi bahkan berbagai benua!. Dari anak sekolahan, pengajar, pustakawan, para penjaga dan pemilik warnet, orang kantoran, para 'IT'-ers, sampai emak-emak fungky yang lambat laun pada melek 'hi- tech'. "Juga mereka yg tinggal di berbagai benua; Asia, Australia, Eropa, Amerika bahkan Afrika," tambah maknyak yg berjuluk 'Umma Thurman' ini.

Begitu istimewanya forum BF ini tidak terlepas dari atmosfir yang ditawarkan, yaitu "kehangatan sebuah keluarga", dimana semua membernya diperlakukan seperti keluarga. "Ada yang sedang bersedih ya kita hibur bareng2 ada yg sedang gembira ya kita selamatin bareng," kata maknyak.

Dapur sampai Teknologi
Keistimewaan lain yg dimiliki BF adalah bahan obrolan/diskusi yg ga ada habisnya. Liat aja di forumnya yg mengulas dari mulai masalah dapur sampai teknologi!. Gimana bisa?. Ga lain krn keanekaragaman status dan profesi membernya tadi. Dari sini kita bisa melihat bahwa perbedaan itu bisa menjadi sesuatu yg bermanfaat dan indah tentunya. Hmm...

Dimulai dari bagian 'Serambi', berisi Pengumuman yg perlu dilihat para member begitu masuk forum BF, juga ada forum Perkenalan, Usul-usul, Berbagi Suka dan Duka serta Peristiwa di Darat. Lebih Seru lagi bagian 'Ruang Keluarga' yg ngerumpiin Asih dan Asuh, Info Dapur, Berbagi Taktik, Cantik-Sehat-Modis dan Trendy, Curhat, Kamar Tidur (aih!), Ngupi dan Ngurek juga Taman Para Jomblo.

Belum lagi bagian Ruang Diskusi dan Berbagi Informasi semisal Dunia Buku-Musik-Film dan Seni Budaya, Dunia Kerja dan Pendidikan, Tempat Jualan bahkan Peta Perjalanan. Selain itu untuk urusan Otak-atik Blog, Teknologi Informasi dan Galeri Kreasi bisa nongkrongin bagian 'Bengkel Keluarga'. Dan yg mau bebas ngerumpi apa aja bisa ke 'Gudang Keluarga'. Lengkap!.

Disetiap bagian dan forum tadi terdapat bbrp topik yg dimunculkan para member untuk ditanggapi member lainnya. Misalnya aja saat ini ramai sedang ngerumpiin film Virgin yg dicekal, tips cantik dgn perawatan, Internet Explorer v.6, cara melipat croissant hingga curhatan kalau wanita 'ngomong cinta' duluan. Hmmm...

Kopi Darat 'Ketok Palu'
Blogger Family memang komunitas dunia maya, dimana setiap saat para membernya berinteraksi hanya lewat tulisan di forum dan blog masing-masing. Tapi jangan salah, ga sedikit dari member2nya yg sudah kopi darat, alias mengadakan kegiatan atau acara di dunia nyata.

Dari setiap kopi darat yg berlangsung harus segera dilaporkan berupa cerita keriaan saat bertemu plus foto-fotonya yg dipajang di blog atau di forum BF. Hal ini menciptakan rasa kebersamaan antar sesama member. Kita jadi ikut merasakan kegembiraan teman2 yg bertemu, sekaligus mengenal wajah masing-masing lewat foto yg ditampilkan. Setelah itu, maknyak dan co.founders BF lainnya akan menyatakan sah tidaknya pertemuan itu dgn istilah 'ketok palu'. Seru!.

Pertemuan akbar berlangsung September 2004 lalu, krn Maknyak sang Founder BF pulang kampung untuk kegiatan risetnya. Kesempatan ini ga disia-siakan member BF di tanah air. Di semua kota Indonesia yg maknyak kunjungi, pasti ada acara kopi darat. Jakarta, Bandung, Surabaya sampai Makassar. "Penasaran ketemu sama Umma Thurman!," hampir setiap member berkomentar.

Pernak-pernik dan Rencana
Ga lengkap kayaknya klo BF ga buat pernak-pernik untuk BF-ers mania. Makanya, saat ini sudah terealisasi kaos BF. Murah lho, tangan pendek Rp45.000 dan tangan panjang Rp50.000. Tersedia warna merah dan hitam berbagai ukuran.

Selain itu, ada beberapa ivent yg diselenggarakan BF berupa kompetisi dengan melibatkan semua membernya. September 2004 lalu selesai digelar 'Blogger Family Blog Template Competition', yaitu lomba pembuatan template blog. Keluar sebagai pemenang I adalah Sevenova, pemenang II adalah Bocah dan YNa sebagai pemenang III.

Dan tepat di hari ulang tahunnya ini, diadakan kompetisi "Posting Blog Terbaik" yg bertemakan Blogger Family. Semua member dan admin BF boleh mengikutinya, dan posting itu dipajang di blog masing-masing. Founder dan Co.Founder yg akan menilai.

Cuma itu pernak-pernik dan rencana BF kedepan?. Jelas engga lah. Maknyak menjelaskan, BF akan membuat pernak-pernik lain seperti seperti topi, kaos, payung, pin, sticker dll. Juga mengadakan kegiatan seminar dan menerbitkan resep2 dapur ala BF. Dan satu lagi, jangka panjang BF berencana membentuk semacam organisasi atau yayasan yg konsen terhadap anak2 dan perempuan.

Semoga semua rencana mulia BF bisa sukses ya. Dan pastinya, diperlukan dukungan dari para member BF semuanya. So buat yg blum gabung di BF, tunggu apa lagi?. Ayo Blogger Indonesia, gabung di Blogger Family! coz we're virtual family :D.

Offline maknyak

  • Administrator
  • Dagang Berlian
  • *****
  • Posts: 4.256
    • http://serambirumahkita.blogspot.com/
Blogfam: Sejarah dan Berita
« Reply #1 on: Wednesday, April 27, 2005, 05:59 PM »
The Messenger, 'Nakal' dan Penuh Surprise
oleh : Yna
di http://ynawrite.blogspot.com/

Ruang Galeri Kreasi di Forum Blogfam mendadak 'hot' sejak hadirnya 'The Messenger'. "Bikin penasaran abis!," teriak Ucha. Memang The Messenger bikin penasaran. "Penggemar setia udah ngga sabar menunggu," kata Erfi. Wow The Messenger banyak dinanti. "Top abiez deh pokoknya!," puji Linda. The Messenger banyak mengundang decak kagum. Heboh!.

'The Messenger'? Apaan sih :D.

'Cerfet'
Maknyak, founder Komunitas Blogger Family (Blogfam) menjelaskan sesuatu, "Persis seperti adegan pertandingan lari di dunia olah raga. Penulis A akan menyerahkan tongkat estafet penulisan kepada penulis B dan penulis B setelah menulis akan menyerahkan tongkat kepenulisan kepada penulis C, begitu seterusnya sampai mencapai garis FINISH yang berupa ending cerita tersebut."

Sesuatu yang dijelaskan Maknyak di atas tak lain adalah The Messenger (TM), sebuah cerita fiksi bersambung (cerbung) yang mulai diposting 8 Februari 2005 lalu di ruang Galery Kreasi Forum Blogfam. Tidak seperti cerbung lainnya, TM memiliki keunikan tersendiri yaitu ditulis oleh empat orang. Ya, empat!.

Mereka, Elsa yg biasa dipanggil Sa pemilik 'Sketsa Hati', 'Just Another Fool' alias Jaf, Tuteh si Floresian Girl, dan Uyet yang punya 'the art of misty mind', secara bergantian menulis dan membangun cerita TM. Dan karena ditulis empat orang inilah, TM diberi label oleh Maknyak sebagai fiksi 'cerfet' alias 'cerita estafet'.

"Penulisan seperti ini memerlukan kerja team yang hebat dan kuat. Masing-masing penulis, sebagaimana dalam lomba lari estafet, harus saling mendukung cerita. Sekali saja penulis lengah, akan bubarlah keutuhan ceritanya," kata maknyak yang juga menyatakan kegembiraannya melihat maraknya penulisan cerfet di Gallery Kreasi Blogfam.

Pencarian 'Korban'
Sa menuturkan bahwa penulisan cerita keroyokan atau sebuah cerita fiksi juga puisi yang ditulis oleh lebih dari satu penulis telah dimulai dari milis-milis dan forum-forum tentang menulis dan sastra. Hanya, masih kata Sa, cerita yang ditulis melebar kemana-mana dan terkesan acak-acakan, karena siapapun bisa bebas ikutan dan menuangkan idenya.

"Siapa aja bisa menjadi yg berikutnya dan malah seringnya ga ketahuan ujungnya sampai keberapa kali setelah menulis. Mungkin karena aku orangnya ga suka yang acak-acakan, jadi muncul ide mustinya gini gitu dan sebagainya," jelas wanita yang bermukim di Belanda ini.

Dengan ide itulah, Sa berniat mencari 'korban' untuk diajak bekerja sama menulis cerita fiksi model cerfet. Korban pertama Sa adalah Tuteh, yang karya-karya cerpennya Sa lihat di blog Tuteh dan sering dikirim ke Galery Kreasi Forum Blogfam.

"Dari situ aku ajak Tuteh untuk buat cerita bersama, dan Tuteh seneng dengan ide itu. Jadilah cerfet pertama kami berjudul 'Sketsa Hati Tuteh' yang diposting di forum Blogfam," kata Sa yang juga menjelaskan bahwa cerfet ini penulisannya menggunakan aturan-aturan tertentu.

Sukses dengan cerfet pertama, Tuteh dan Sa ketagihan. Kali kedua, Sa menambah korban yaitu Rudy dan mereka bertiga menghasilkan cerfet 'Tell Them What You Think'.

"Seru ceritanya! Dan buat Tuteh menulis keroyokan bisa nambah pengalaman karena kita lebih tertantang dan harus bisa mengendalikan diri, ego kita akan terikat," kata Tuteh yang mulai gemar menulis puisi dan cerpen sejak SD ini.

Sa disebut Tuteh sebagai biangnya cerfet, sedang Tuteh dianggap Sa sebagai jiwa dari sebuah cerfet. Jadilah sejoli cerfet ini mencari korban berikutnya untuk 'proyek cerfet ketiga' mereka.

"Pilihanku jatuh pada Jaf. Kenapa? karena tulisan-tulisan dia tentunya dan komen-komennya di Blogfam. Lalu terkirimlah email tantangan. Eh dia menjawab dengan gagah berani," urai Sa dengan jenaka.

Jaf sendiri menyatakan menerima tantangan Sa itu meski awalnya ragu karena merasa gaya tulisannya akan berbeda dengan Sa atau Tuteh.

"But why not. Saya tertantang karena merasa ini kesempatan langka buat belajar nulis. Bayangin aja, baru belajar tapi udah punya audiens. Itu kan kesempatan yang langka banget dan mahal," tambah Jaf sambil tergelak.

Tidak hanya Sa mendapat korban Jaf, tapi ternyata Jaf juga mendapat korban lainnya, yaitu Uyet. Lewat chatting online di internet, Jaf mengajak Uyet bergabung.

"Sewaktu pertama diajak pak Jaf nulis fiksi rame-rame itu, aku menolak secara halus. Tapi pas cerita dimulai, entah kenapa aku berubah pikiran, there's something attracted me into," kata Uyet yang ternyata penggemar Spongebob ini.

Ide 'Nakal'
----
Klik, Yahoo Messenger..
Yahoo! ID: mpus_imut70.
Ia mengelus kepala kucing kesayangannya lalu kembali mengetik..
Password: patricia
…connecting to yahoo as mpus_imut70..
Ah, dia masih online..
Triiing..!
Belum sempat mengetik, sebuah jendela kecil sudah muncul di layar komputernya.
Lelakikelam: cepet bener, say.. pasti ngebut ya.. hati2 dong..
Mmm.. dia menunggu rupanya..
Mpus_imut70: enggak kok. Rumahku deket aja. Tapi aku tepatin janji kan? I’m back. Lagian di kantor aku takut sendirian, mas..
---

Jaf yang mendapatkan kesempatan pertama menulis dengan memunculkan judul serta ide cerita TM ini, banyak memasukkan unsur dialog chatting menggunakan Yahoo Messenger seperti potongan cerita di atas. Sebuah ide yang diangkat dari kisah pribadinya, saat dirinya tinggal jauh dari keluarga dan membutuhkan teman untuk sekedar mengobrol berbagi cerita.

"Saya dulu sering nyari teman lewat chatting di internet, tapi sayang rata-rata nggak mau temenan sama cowok. Akhirnya saya penasaran. Saya pake ID nama cewek. Hasilnya, ruarrrr biasaaa.. ," jelas Jaf yang akhirnya menyesal sekaligus bangga dengan penyamarannya di dunia cyber karena sampai ada teman chattingnya, seorang pria yang menyatakan cinta padanya bahkan memberikannya hadiah lewat internet.

Disinggung mengenai kesan promosi salah satu media chatting di internet, yaitu Yahoo Messeger dalam ide ceritanya, Jaf yang menyatakan kapok berperan 'wanita' ini mengatakan, "Wah nggak kepikiran tuh. Tapi image yahoo sudah besar kok. Nggak di promosikan sama kita saja dia sudah besar.. hehe," guraunya.

Meskipun begitu Jaf menjelaskan kalau TM yang hanya bersifat internal ini ingin dikomersilkan, maka harus hati-hati, dalam arti perlu izin sama Yahoo. "Mau yang lebih gampang lagi, nggak usah masukkan kata yahoo nya," kata Jaf memberi solusi.

Mengenai ide judul dan cerita TM ini, Tuteh, Sa dan Uyet sebagai penulis berikutnya menyatakan tak ada masalah dan bahkan mereka seperti mendapat tantangan. "Pak Jaf dapat kesempatan pertama. Nah, orang pertama itu lah yang harus punya ide cerita, yang laen mah tinggal ngikut aja," kata Tuteh pasrah tapi senang :D.

Maknyak yang juga terus mengikuti perkembangan cerita TM berpendapat kalau cerita TM sangat menarik, terutama bagi masyarakat cyber yang akrab dengan chatting, blogging dan foruming. "Cerita itu seolah-olah mengajak masyarakat cyber untuk berkaca dan mentertawakan diri sendiri," tambahnya.

--
Lelakikelam: hehe.. setanmu dan setanku kan sudah sering 'setan-setananan' di chatting.. *kipas-kipas, mulai gerah*
Mpus_imut70: justru itu, mas. aku tambah takut ketemu.. Udah ah, mas. ngomongin yang lain aja *buka kancing baju, gerah juga*
Lelakikelam: Hmmm.. *melotot liat sesuatu di balik baju*
Mpus_imut70: udah dong ah. kalo masih ngomongin itu, aku dc aja deh.
--

Ikutan gerah ga? hehe. Jangan dulu, karena yang memiliki nickname mpus_imut70 dalam cerita TM adalah seorang pria bernama Rana, sedangkan Lelakikelam adalah wanita cantik bernama Sofia. Apakah mereka berdua berpura-pura mengubah diri itu karena alasan yang sama seperti Jaf?. Yang jelas kata Sa, TM berangkat dari ide yang nakal. Wahhh!

Teknis Melatih Diri
Meski TM ditulis tidak untuk suatu target tertentu dalam arti coba-coba, tapi boleh dibilang teknis atau aturan-aturan yang diterapkan dalam penulisannya sangatlah rapih dan terencana. Jumlah kata, jumlah posting, jumlah kata perposting bahkan giliran penulis memposting lanjutan cerita disusun sedemikian rupa.

Dialah Sa yang mengatur semua teknis ini. Meskipun Sa mengaku dirinya tak tahu syarat pasti penulisan sebuah cerpen atau cerbung, tapi dia mencoba membuat aturan yang dia susun dari melihat-lihat pengumuman lomba menulis yang pernah diadakan di Indonesia, kemudian dari persyaratan yang ada di sebuah majalah wanita terkemuka tanah air juga perhitungan berupa jumlah katanya.

"Aku hanya menyampaikan ide. Pikirku, walaupun cerfet ini merupakan coba-coba, ga ada salahnya juga melatih diri menulis dengan batasan jumlah kata, dan latihan ini juga berlaku untukku juga lho," katanya merendah. Hal ini diakui Maknyak yang juga mengatakan bahwa cerfet bisa memotivasi para penulis muda untuk bereksperimen dalam hal tulis menulis.

Semula, cerfet TM akan berakhir pada episode 9. Tapi kemudian, pada sampai episode 3 diposting, Sa mengumumkan bahwa TM akan berjumlah 16 episode. Hal ini disebabkan karena Uyet baru bergabung. Teknis yang semula, dengan tiga penulis, Sa menerapkan tiga segmen yaitu pembuka, konflik dan penutup dengan urutan :
segmen 1 = penulis A - penulis B - penulis C
segmen 2 = penulis B - penulis C - penulis A
segmen 3 = penulis C - penulis A - penulis B
Maka dengan empat penulis, segmen juga bertambah menjadi empat dan urutan penulis bertambah disetiap segmen dengan 'penulis D'. Inilah yang menyebabkan jumlah episode TM menjadi 16 episode.

"Dengan penerapan segmen-segmen dan urutan berpindah seperti itu, diharapkan setiap penulis merasakan bagaimana di urutan pertama, kedua, ketiga dan keempat. Jadi tidak melulu berpola sama atau monoton," jelas wanita yang merasa dirinya nothing special ini.

Dan Sa mengaku bernapas lega, karena Tuteh, Jaf dan Uyet tidak keberatan dan bisa menerima ide teknis penulisan yang dia sampaikan. "For me it's okay, seru!" kata Uyet.

Sedang menurut Jaf yang pernah kena sanksi dipotong 300 kata untuk episode berikutnya karena posting terakhir yang ia tulis melebihi kuota maksimal 1500 kata, menjelaskan bahwa aturan yang Sa buat tidak semudah kelihatannya. Meski begitu, masih kata Jaf, Sa sangat membantu untuk selalu mengingatkan semua penulis untuk tetap konsisten pada aturan yang dibuat.

"Menurut saya mah, yang terpenting dari aturan yang dibuat Sa itu adalah bagaimana kita mematuhinya saja alias mendisiplinkan diri untuk mematuhinya," kata Jaf yang menyatakan diri si pemimpi ini.

Gaya dan Kesulitan
Keunikan lain dari menulis cerita keroyokan model cerfet adalah masing-masing penulis akan menjaga gaya penulisan mereka. Biar begitu diusahakan jalan cerita tetap utuh dan terjaga alurnya.

"Kalau penulis mengikuti gaya penulis yang pertama, artinya kurang greget dan orang ga akan tau itu cerfet. Jadi masing-masing menulis dengan gayanya sendiri. Itulah uniknya cerfet," kata Tuteh.

Jaf menjelaskan, walau berbeda gaya tapi cerita bisa nyambung karena selain punya gaya sendiri, dalam persentase yang layak para penulis juga saling mengakomodir gaya yang lain. Walaupun, masih tutur Jaf, dirinya kadang-kadang terbawa juga gaya menulisnya dengan penulis sebelumnya. Dia lalu mencontohkan perbedaan gaya menulis yang paling mencolok terjadi pada episode pertama ke episode kedua.

"Episode dari saya ke Tuteh. Saya merasa gaya saya lebih dewasa, maksudnya tua gitu. Sementara Tuteh hadir dengan gaya anak muda. Lebih ceria. Banyak ekspresi-ekspresi segar yang menarik," tambah bapak penyiar Radio ini.

Tentang gaya menulis, Uyet punya pendapat sendiri tentang gaya menulis Sa, Tuteh dan Jaf. "Mbak Sa itu sedikit lebih kalem dalam penulisan. Kalau Tuteh lebih blak-blakan, sedangkan pak Jaf lebih meledak-ledak," kata wanita yang jago mendesain web ini.

Sedangkan Sa menyatakan pujian dan surprisenya untuk masing-masing penulis yang terlibat dalam penulisan cerfet TM. "Saya surprise banget saat tulisan Jaf yg pertama muncul. Keren banget idenya. Sedangkan Tuteh, setelah dua cerfet sebelumnya, sepertinya kami berdua sudah saling mengerti dan bisa sejalan hehe.. Lalu tentang Uyet, dia full of surprise," katanya.

Lebih lanjut masing-masing penulis menceritakan kesulitan juga suka duka yang mereka alami dalam menulis cerfet TM. Tuteh misalnya, menjelaskan hampir tidak punya kesulitan sama sekali karena dirinya memang suka dan berpengalaman menulis cerfet. Tapi, "Kadang kesulitan yang Tuteh alami yaitu ga tau nama-nama tempat di Jakarta seperti cafe, perumahan, daerah ini itu hehehe.. trus kesulitan sama gaya Rana yang ngomong english, soalnya saya gak bisa english-englisan :D. Selebihnya suka semua hahahaha," celotehnya riang.

Kesulitan tentang nama-nama tempat juga dialami Uyet. "Tempat ini nyata atau imajiner. Klo nyata kan penggambarannya harus sesuai, sementara kalo imajiner ya suka-suka si penulis aja membayangkan. Tapi So far so good," jelas Uyet.

Buat Jaf, menulis cerita fiksi punya keasyikan tersendiri karena bisa seperti "Playing God". Menentukan nasib orang walaupun orang itu tidak nyata. Dan dukanya, "Kalau lagi nggak ada ide, atau saat cerita sudah ngembang jauh seperti sekarang. Sering kali bingung juga ngelanjutinnya.. hehe. Tapi ini bukan alasan untuk tidak meneruskannya," ucapnya penuh semangat.

Lain halnya dengan Sa yang menyatakan dirinya belum menemukan kesulitan yang berarti, "Apa ya.. kesulitan.. hmm.. ga ada. atau blum ada ya. Mungkin karena kami berempat punya sifat yg rada-rada sama. Suka mencoba yg baru, dan ga perlu takut salah soalnya ga ada jurinya :D," katanya yang juga mengatakan setiap penulis berusaha mengimbangi gaya yang ada.

Kesan 40 Kata
Terbiasa menulis dengan aturan jumlah kata, maka inilah pendapat Jaf, Uyet, Sa dan Tuteh selama menulis cerfet TM dalam 40 kata. Hitung ya :D.

Jaf : Kesempatan mengasah teknik menulis fiksi -khususnya tentang plotting -, belajar disiplin dalam menulis, belajar disiplin bekerjasama dan bertukar ilmu dengan sesama penulis. Namun yang paling berharga adalah kesempatan mendapat tanggapan dari audiens/pembaca serta mencari banyak teman. Thanks to Blogfam.

Uyet : Amazing. Menuliskan kalimat demi kalimat menjadi sebuah cerita membawa anganku jauh mengembara. Aku pernah dan sedang menjalani hidup yang tak jauh beda dengan background cerita. Jadi ya seperti membaca sebuah kisah nyata. Salut buat Mbak Sa, Pak Jaf dan Tuteh!

Sa : TM adalah cerfet ketiga. Jadi sudah agak lebih terbiasa untuk menanti dan memikirkan lanjutan cerita. Yang tidak biasa, adalah mengimbangi penulis baru yang notabene penuh dengan ide-ide 'nakal'. Ini yang aku lihat sebagai tantangan baru. Bisa ga mengimbangi mereka.

Tuteh : Kesannya ngikut cerfet ini hanya satu : I do enjoy it! Ini namanya menulis sambil belajar. Kita belajar dari gaya bahasa dan cara pemaparan teman yang lain. Menggabungkan ide seperti ini sangatlah cool. Jadi, cerfet = make you more clever!

The Messenger sudah memasuki episode 8, dan masih ada 8 episode lagi yang masih berada dalam imajinasi di kepala para penulisnya. Apakah cerita masih akan berjalan 'nakal' seperti episode-episode sebelumnya? ataukah akan lebih banyak surprise yang bakal membuat pembacanya semakin penasaran. Kita tunggu saja kelanjutannya.

Menanggapi banyaknya tanggapan positif warga Blogfam dengan hadirnya karya-karya cerfet ini, Maknyak menyampaikan kabar gembira bahwa Blogfam bermaksud menerbitkan hasil karya cerfet dari penulis-penulis yang tak lain adalah anggota Blogfam.

"Satu cerfet sudah selesai ditulis dan dua lainnya masih dalam proses penulisan. Mudah-mudahan ada penerbit yang mau diajak kerjasama untuk menerbitkan CERFET ini. Dan saya yakin akan menjadi fenomena yang menarik dalam dunia tulis menulis di Indonesia," kata Maknyak optimis.

Semoga sukses cerfet The Messenger. Sukses sastra Blogfam!.
---

tulisan ini juga di muat di www.penulislepas.com

Offline maknyak

  • Administrator
  • Dagang Berlian
  • *****
  • Posts: 4.256
    • http://serambirumahkita.blogspot.com/
Blogfam: Sejarah dan Berita
« Reply #2 on: Wednesday, April 27, 2005, 06:02 PM »
26 April 2005
Lomba Masak Virtual ala Blogfam 2005
oleh Yna di http://bintang-yn.blogspot.com/

Apa saja bisa dilakukan di alam cyber. Salah satunya adalah masak. Dilombakan lagi. Kok bisa? :D

Blogger Family (Blogfam) memang selalu bikin heboh. Setelah mengadakan lomba membuat template blog, lomba posting dalam rangka Ultah Pertamanya, lalu lomba penulisan Cerpen dan Flash Fiction, kini giliran lomba Masak Virtual ala Blogfam yang disponsori oleh Ikaray dan Itha.

Lomba ini digelar dalam rangka memperingati hari Kartini, 21 April 2005 kemarin. Dan begitu mulai diumumkan 1 April 2005 lalu di forum Blogfam, lomba yg dibuka untuk semua warga Blogfam (kecuali juri dan panitia) ini mendapat antusias yg cukup menggembirakan. Tercatat 15 anggota langsung mendaftarkan diri.

Mereka adalah debt collector dengan Chicken Cola, Jekijek dengan Serabi Saus Pisang, Sa dan De dengan Bolu Kukus Lapis, Inong Haris dengan Ayam WokuBlanga, Titin dengan dua menu Jepangnya (misoshiru dan tamagoyaki), Tika dengan Oseng-oseng Paprika, Nadia dengan Dutch Croquette, Juju dengan Bubur Candil, Hirta dengan Risoles Isi Ragout, Elly dengan Tortilla de Patatas, Sella dengan Makaroni Skutel, dan tak ketinggalan Maknyak dengan Telur Cola. Dua peserta, yakni bunda-shafiya dan Rara berhalangan ikut serta.

Resep-resep yg peserta masak di atas adalah resep-resep yg selama ini disharing anggota pada ruang Info Dapur forum blogfam. Dan para peserta bebas memilih salah satu resep-resep itu dengan ketentuan sedap, praktis, murah dan indah. Benar saja, melihat pajangan hasil masakan para peserta di forum blogfam, sungguh menggugah selera :D.

Tiga juri, Rieke, Ika dan Andry mulai tanggal 21 - 22 April 2005 melakukan tugasnya, berkeliling ke blog masing2 peserta yg menyajikan hasil kreasinya untuk menilai dan mencicipi (secara virtual). Jangan salah, dari komposisi bahan2 dan cara memasak yg ditunjukkan para peserta, dua juri (Rieke dan Ika) yg emang jago masak ini sudah bisa membayangkan pasti rasanya. Sedangkan juri lainnya, Andry akan menilai foto-foto penyajian.

Dan berdasarkan enam kriteria penilaian, yaitu:
1. Tampilan (dalam arti dia menata masakannya)
2. Kreativitas (modifikasi resep supaya lebih oke atau lebih mudah)
3. Proses memasak (step by step cara memasak)
4. bahasa (mudah tidaknya dimengerti oleh pembaca)
5. Logis (kelogisan proses memasaknya dan kelogisan komposisi resep)
6. Kwalitas foto (bagus tidaknya pengambilan angle, pencahayaan dll)
maka, 26 April 2005 ini telah didapatkan tiga pemenang Lomba Masak Virtual Ala Blogfam.

Juara I : Jekijek dengan total nilai 8,98
Juara II : Hirta dengan total nilai 8,55
Juara III : Tika dengan total nilai 8,53

Ketiga juara berhak atas hadiah Buku Resep dari Australia. Dan tambahan untuk Juara I dan II adalah Buku Resep Nusantara. Selamat untuk para pemenang! Hedop Dapur Blogfam! :D

Offline maknyak

  • Administrator
  • Dagang Berlian
  • *****
  • Posts: 4.256
    • http://serambirumahkita.blogspot.com/
Blogfam: Sejarah dan Berita
« Reply #3 on: Friday, May 06, 2005, 03:19 PM »
Potret Pergaulan Era Global

Labibah Zain

dimuat di KOmpas, 2 mei 2005

WEB dan log (weblog) adalah media di mana pemiliknya menuliskan catatan pengalaman pribadi, opini berupa tulisan maupun gambar yang bisa terus diperbarui dan diakses melalui internet. Pemilik weblog-disebut weblogger-bebas mencurahkan pemikiran baik berupa tulisan maupun gambar di situ, melengkapi dengan desain yang diingini dan melengkapinya dengan fasilitas yang memungkinkan terjadinya interaksi antara pemilik dan pengunjung weblog-nya.

Pengunjung bisa memberi komentar terhadap isi weblog untuk menyatakan dukungan maupun kritik. Weblogger bisa juga memasang fasilitas shoutbox, di mana pengunjung bisa menyapa pemilik weblog tanpa harus takut ucapannya tak sesuai dengan posting di weblog-nya. Shoutbox lebih berfungsi sosial.

Weblog, yang pada awalnya merupakan tulisan-tulisan berupa What’s New dari seorang webmaster terhadap situs yang dibuatnya pada tahun 1993, kini berkembang pesat dengan berbagai variasinya. Pembuatnya bukan hanya webmaster, tetapi juga orang dari berbagai profesi. Bahkan, ibu rumah tangga pun ikut membuat weblog untuk berbagi pengalaman.

Blogger family (http://www.blogfam.com) yang berdiri sejak 6 Desember 2003 dengan anggota 850 orang merupakan salah satu wadah bagi para weblogger Indonesia. Sekitar 40 persen anggotanya ibu rumah tangga dan jumlah mereka semakin bertambah. Sebanyak 30 ibu rumah tangga berkewarganegaraan Indonesia di antaranya bersedia menjawab pertanyaan seputar fungsi dan manfaat weblog bagi kehidupan mereka yang saya paparkan berikut ini.

Catatan keluarga

Weblog berfungsi sebagai tempat menyimpan tulisan dan foto peristiwa keluarga, seperti proses kehamilan dan catatan perkembangan anak. Tulisan atau foto ini diharapkan bisa dilihat sanak keluarga yang secara geografis jauh dari tempat mereka berada.

Intan, ibu satu anak yang doktor matematika, mengatakan, "Saya ingin cerita keseharian anak, perkembangannya, dan segala hal tentang dia, supaya kalau besar dia bisa membayangkan seperti apa hidup dia waktu kecil di negara lain." Sedangkan Nining, ibu satu anak yang tinggal di Montreal, Kanada, mengatakan, "Blog berfungsi sebagai arsip keluarga."

Weblog sebagai catatan keluarga juga dirasakan Opie yang tinggal berjauhan dari suaminya. Baginya, weblog merupakan catatan keluarga tentang kehidupan sehari-harinya sehingga suaminya bisa tetap mengetahui apa saja yang dikerjakan walaupun berjauhan.

Weblog juga bisa berfungsi sebagai tempat menyegarkan pikiran dan menghilangkan stres dengan berbagai penyebab. Dengan menuangkan unek-unek dalam bentuk tulisan, stres bisa berkurang. Begitu juga dengan melihat-lihat weblog orang lain dan menyapa penghuninya, beban hidup terasa berkurang.

Kanada

Jessi yang tinggal di Kanada mengatakan, dengan ngeblog (istilah untuk segala aktivitas yang berkaitan dengan blog), dia bisa mengurangi stresnya. Sylvie yang juga pustakawan mengatakan, weblog bisa membantu menghilangkan kebosanan di dunia kerja, "Jadi, kalo bosan kerja dan gak produktif, ngintip blog orang dan blogfam! Setelah itu jadi produktif lagi!!" Renha, ibu muda di Jakarta, juga mengatakan weblog bisa menghilangkan stres karena dia bisa "ngomel-ngomel" mengeluarkan unek-uneknya di weblog-nya.

Weblog juga merupakan alternatif sosialisasi pada zaman global ini. "Saya tak perlu terjebak macet untuk berkomunikasi dengan teman-teman," kata Rieke, arsitek dan ibu dua anak laki-laki yang tinggal di Jakarta. Ibu-ibu yang mengisi angket semuanya setuju melalui weblog mereka bisa mendapat banyak teman tanpa dibatasi ruang dan waktu, saling menghibur jika ada di antara mereka yang kesusahan, dan saling berbagi kebahagiaan. Inilah yang disebut Inayati, ibu tiga anak di Jerman, sebagai silaturahmi virtual.

Fungsi informatif

Rata-rata ibu-ibu saling berbagi info lewat weblog mereka. Informasi itu bisa berupa resep makanan, obat-obatan, mengasuh anak, perjalanan, politik, kesusasteraan, buku, film, ekonomi, bahkan teknologi informasi. Banyak di antara mereka yang tadinya buta terhadap kode HTML dan desain weblog menjadi canggih dengan bertukar informasi sesama weblogger. Alice di Orlando mengatakan, dia jadi melek HTML gara-gara ngeblog.

Dayu dan Yana juga merasa bisa mengatasi virus komputer hanya dari informasi yang didapatkan di-weblog. Rata-rata weblogger saling membantu dan memberikan informasi yang dibutuhkan teman-teman sesama weblog-nya. Ros, dokter mata di Surabaya, mengatakan dia sangat senang bila bisa memberi informasi tentang kesehatan mata bagi pengunjung weblog-nya. Itha dan Hani menjadikan weblog-nya sebagai sarana berbagi informasi dan menjalin dunia selam dan laut. Sedangkan Inayati mengatakan, dia bisa mengetahui informasi terbaru maupun lama, khususnya pada blog yang sifatnya informatif.

Dengan beragam informasi yang didapatnya dari weblog ini, para ibu merasa well-informed dan dengan pengetahuan itu mereka merasa lebih bisa menghadapi kehidupan dengan lebih percaya diri.

Weblog juga menjadi sarana mengekspresikan diri baik dalam bentuk tulisan maupun gambar berupa desain layout itu sendiri. Rieke mengatakan, "Weblog adalah untuk menyalurkan hobi dalam otak-atik foto dan desain web." Hirta di Jerman mengatakan, weblog membuat mereka menjadi lebih kreatif karena bisa mengubah tata letak desain tanpa tergantung orang lain. Yanti, sarjana mesin di Bandung, mengatakan, dengan weblog, dia menyalurkan energi positif berupa pembuatan desain website, terutama ketika jenuh dengan pekerjaan kantor.

Untuk Ika yang mengikuti suami sering berpindah tugas memanfaatkan weblog untuk menyalurkan hobi masak dan membagi resep dengan teman weblkoogger, sementara Elsa di Belanda dan Liza di Bali memakai weblog sebagai penyaluran hobi menulis. Mereka sering menempel cerpen di weblog. Mereka kemudian menemukan komunitas untuk membuat cerita bersama yang rencananya akan diterbitkan dalam sebuah buku.

Pemberdayaan

Dengan kemampuan menulis ini dan dipublikasikan lewat weblog masing-masing, diharapkan suara perempuan dapat lebih terdengar atau sama kerasnya dengan suara laki-laki yang selama ini lebih mendominasi pendapat dalam pengambilan keputusan.

Weblog sudah menjadi bagian hidup bagi perempuan di zaman global. Dengan weblog, ibu-ibu dapat mencari alternatif menambah ilmu pengetahuan, bermasyarakat dan berekreasi tanpa harus melalui kontak fisik secara konvensional. Pola pergaulan perempuan di era global ini tidak berubah, hanya saja mengalami transformasi budaya dengan adanya weblog yang terhubung lewat koneksi internet.

Dengan melihat keefektifan media weblog ini mungkin sudah saatnya para aktivis jender di Indonesia memanfaatkannya sebagai media alternatif pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Labibah Zain Pendiri komunitas weblogger Indonesia blogfam (http://www.blogfam.com); Pemilik weblog http://www. serambirumahkita.blogspot.com; Pengajar Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Offline maknyak

  • Administrator
  • Dagang Berlian
  • *****
  • Posts: 4.256
    • http://serambirumahkita.blogspot.com/
Blogfam: Sejarah dan Berita
« Reply #4 on: Wednesday, May 18, 2005, 08:32 PM »
Blog: Trend Sesaat dan Menipu?

Penulis: Liza Azdad
Dimuat di http://www.penulislepas.com/more.php?id=910_0_1_0_M

Blog atau jurnal on line menjamur belakangan ini. Sudah banyak pengguna internet memiliki blog. Di sana mereka menulis segala sesuatu yang mereka alami dan rasakan, juga menghias blog mereka dengan layout yang menarik dan sedap dipandang. Dan Mau tidak mau, pengguna internet yang tadinya gaptek alias gagap teknologi menjadi sedikit melek dan mengerti tentang dunia web desain. Tetapi, di tengah maraknya blog, ada saja yang berkomentar miring dengan keberadaan mereka yang sebenarnya bahkan tidak merugikan siapapun. Komentar pakar multimedia seperti Roy Suryo bahkan terkesan menyudutkan para pengguna blog atau yang lebih dikenal dengan blogger, seperti yang dikatakannya di Media Indonesia edisi Kamis, 06 Januari 2005, "Blog itu satu tren saja. Jadi, seperti agenda yang bisa ditulisi macam-macam. Saya melihat blog sendiri kebanyakan masih berupa katarsis atau tempat curahan emosi.” Bahkan secara tersirat, dalam berbagai surat pembaca yang dimuat di banyak media cetak, Roy Suryo mengatakan pengguna blog palsu. Ucapan Roy Suryo yang terkesan tendensius mengenai Blog dan tuduhan mengenai identitas palsu blogger, tentu mengundang berbagai polemik. Padahal, dari komentar-komentarnya, dia sama sekali tidak mengerti tentang dunia blog dan para blogger.

Apakah itu Blog? Dan siapakah Blogger?
Awalnya Blog adalah weblog, dari dua kata web dan log. Weblog sendiri mulai ada pada tahun 1993, berisi tentang What’s new dari seorang web master terhadap situs-situs yang dibuatnya dan kemudian berkembang menjadi blog (dari Potret Pergaulan Era Globalisasi, Labibah Zein, Kompas Senin, 02 Mei 2005).

Weblog, yang pada perkembangannya lebih dikenal dengan blog, kemudian mengalami banyak kemajuan. Pengguna blog pun kemudian bermunculan, bukan saja hanya seorang web master, tetapi seseorang yang tadinya awam dengan dunia internet dan tehnologi informasi pun mempunyai blog. Orang yang tadinya hanya sekedar browsing dan mungkin chatting, akhirnya mulai terusik untuk sekedar punya blog, menghiasnya dengan layout yang sedap dipandang dan sedikit demi sedikit belajar mengenai desain sebuah website.

Bill Gates pun mengatakan blog cukup penting, seperti yang diuraikannya di www.Gizmodo.com , the Gadgetz weblog, yang memuat wawancara, salah satunya tentang blog. Bill Gates berkata, “I think blogging is super-important and we’ve got to do a lot more software. The phenomena for us is we’ve got in beta this MSN Spaces thing, and it lets you leverage everything you do around Messenger—that’s your buddy lists and those relationships—to set up blogs, and who has access, and who gets notified. We’ve got up over a million people [who] set up blog sites.”

Blog pun bukan lagi berisi tentang curahan hati dan pengalaman pribadi si pemiliknya, tetapi mulai berkembang kepada hal yang lain. Ada yang menambahkan dengan menambah foto-foto pribadi maupun hasil karyanya berupa cerpen atau cerita bersambung. Bahkan ada yang memanfaatkan blog sebagai media diskusi dan saling bertukar informasi. Lewat shout box yang dipasang di blog masing-masing, mereka saling bertegur sapa dan berkunjung antar pemilik blog, yang sering disebut dengan blog walking.

Bahkan banyak blogger yang menjadikan blognya sebagai tempat curahan ekspresinya, menulis cerita, menampilkan foto-foto dan bahkan ada yang memberikan semacam irfomasi tentang tehnologi informasi.

Dari sana, blogger pun berkembang, dari orang yang awalnya tidak mengenal dan paham akan tehnologi informasi, akhirnya menjadi orang yang paham dan tahu. Tidak perlu membaca buku yang mungkin belum tentu terjangkau, tetapi cukup dengan blog walking ke banyak blog dengan berbekal link yang di dapat dari blog tersebut.

Bahkan keuntungannya lebih besar dengan mendapatkan informasi dari blog tersebut, karena bisa melakukan tanya jawab lewat kolom comments yang sekarang pun dipasang di bawah informasi harian blog.

Blog bukanlah sekedar website atau homepage yang beredar di dunia maya. Blog berisi informasi yang selalu up date setiap harinya. Karena itu blog selalu hidup dan berkembang, disebabkan blogger selalu memperbarui isi blognya.

KOMUNITAS BLOGGER
Layaknya pecinta satu hal yang spesifik, kecintaan para blogger kepada dunia blog menciptakan suatu jaringan kekerabatan yang cukup mengeratkan bagi sesama blogger.

Yang awalnya sekedar saling menyapa lewat shout box yang ada pada blog, para blogger pun mulai bertukar informasi, saling berkirim e-mail, bahkan ada yang melakukan copy darat atau gathering. Dan juga melanjutkan pertemanan mereka dengan chatting, entah via Yahoo Massanger atau MSN Massanger.

Pertemanan mereka pun berlanjut pada ide untuk membuat suatu wadah bersama untuk menampung kegiatan ber-blogging mereka. Dengan membentuk suatu komunitas, kegiatan mereka pun berkembang menjadi lebih besar dan saling menunjang secara personal untuk mengembangkan blog masing-masing.

Adalah komunitas yang bernama blogger family, dengan forum www.blogfam.com , yang awalnya terdiri dari pada blogger berbasis ibu rumah tangga dan kini berkembang pesat keanggotaannya mencapai remaja usia belasan tahun.

Blogger family yang lebih dikenal dengan blogfam oleh para membernya, pertama kali dicetuskan oleh Labibah Zein, yang disambut oleh beberapa orang seperti Ika yang bermukim di Australia, Rieke yang bermukim di Jakarta dan seorang web desainer. Awalnya hanya berupa mailing list yang kemudian berkembang menjadi forum on line interaktif di dunia maya.

Forum on line ini pun tidak sekedar membicarakan blog mereka, tetapi juga berkembang kepada diskusi politik, kesehatan, resep masakan, cara mengasuh anak dan membangun komunikasi dengan suami dan keluarga, dan tentu sedikit “ngerumpi” tentang dunia entertainment.

Dengan membawa moto virtual family, blogfam pun berkembang menjadi sebuah komunitas yang hangat, penuh canda, dan saling mendukung, seperti layaknya sebuah keluarga besar. Dengan keanggotaan yang beragam, dari seorang Information Technology, sampai ibu rumah tangga. Dari usia tiga puluhan sampai belasan tahun. Mereka tetap saling membantu dan melengkapi.

Blogfam yang kini mempunyai sekitar 500 anggota, terus bergeliat, bukan hanya terpaku pada tehnologi informasi dan dunia blog semata, tetapi merangkul anggotanya untuk terus berkarya dan mendukung sepenuh hati. Baru-baru ini komunitas itu membuat acara lomba masak virtual, lomba cerpen, dan juga lomba membuat template blog. Memang masih khusus untuk para anggotanya, tetapi mendapat respon yang cukup besar dan menghasilkan orang-orang yang cukup kompeten di bidangnya.

Lomba-lomba yang diadakan oleh blogfam memang tidak hanya sekedar mencari pemenang dan bibit baru dalam dunia kuliner, penulisan atau web desain, tetapi lebih pada saling menunjang dan menyokong untuk terus berkarya.

Tentu bukan hanya blogfam saja yang menjadi wadah bagi para blogger di Indonesia ini. Ada banyak komunitas yang terlebih dahulu eksis dan ada, seperti blogbugs, angkringan, cangkrukan, dan Bandung Blogger, Keberadaan banyak komunitas itu bukan untuk bersaing atau saling menjatuhkan, tetapi lebih pada kemitraan dan saling menunjang.

Sekali lagi, blog bukan sekedar trend semata, mengingat dari tahun 1993 sampai sekarang tetap eksis keberadaannya. Ini adalah bagian dari dunia internet yang patut diperhitungkan. Tak kenal maka tak sayang, kan?

Offline YNa

  • Global Moderator
  • Dagang Ponsel
  • *****
  • Posts: 1.475
    • Kerlip Bintang
Blogfam: Sejarah dan Berita
« Reply #5 on: Thursday, June 30, 2005, 04:59 AM »
Laporan: Lomba Foto dan Cerita bersama Hewan Peliharaan

Ruang 'Pengumuman' di forum Blogger Family (Blogfam) tanggal 1 Juni 2005 lalu tertulis pengumuman bahwa Blogfam mengadakan satu event berjudul "Lomba Foto dan Cerita bersama Hewan Peliharaan". Sebuah event yang unik ini berawal dari usulan Ayu di ruang 'Usul-usul' forum Blogfam agar Blogfam mengadakan lomba foto khusus untuk hewan peliharaan. Dan ternyata usulan ini kemudian mendapat banyak respon positif.

Setelah mendapat persetujuan dan dukungan dari founder Blogfam, Maknyak, untuk lomba ini, maka para admin dan moderator Blogfam berdiskusi menyusun rencana. Mulai penunjukan panitia, sponsor hadiah, sistem pelaksanaan juga memilih para juri. Semua koordinasi ini dilakukan via forum Blogfam, email, private messege (pm) bahkan chat di Yahoo Messeger (YM). Sibuk! :D.

Tersusunlah pengumuman lomba:
Judul : Lomba Foto dan Cerita bersama Hewan Peliharaan

Peserta : seluruh anggota Blogfam dan moderator, kecuali panitia (rwidiani dan YNa) dan juri.

Juri : br3w0k aka Andry dan Rieke (untuk aspek fotografi), Mas Bondan dan Amriltgobel (untuk segi cerita)

Waktu sosialisasi dan pendaftaran : 1-19 Juni 2005
Peserta diwajibkan mendaftar di Galeri Kreasi (di sini)dan memuat banner Blogfam di blog masing-masing.
Komen dan pertanyaan terbuka untuk thread di Pengumuman ini, tetapi komen di Galeri Kreasi yang bukan mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba tidak diperkenankan.

Pelaksanaan : 20 Juni 2005,
Pada tanggal ini foto dimuat di thread khusus di Galeri Kreasi, dan foto dan cerita dimuat di blog masing-masing.

Waktu penjurian : 21-29 Juni 2005

Pengumuman pemenang : 30 Juni 2005

Kriteria lomba:
Foto :
- hewan dan pemilik yang unik serta memperlihatkan kedekatan dan kebersamaan mereka
- mengirimkan 2 buah foto : foto hewan peliharaan dan foto hewan bersama pemilik, dengan ukuran 500x375 pixel, boleh dibuat thumbnail
supaya sesuai dengan ukuran blog
- foto tidak boleh ditambahi efek-efek khusus dengan photoshop. Photoshop (atau program lainnya) diperbolehkan sebatas untuk mengedit foto (keburaman, dll)

Cerita :
- mencantumkan nama hewan, jenis, umur, asal-usul, cerita menarik
tentang binatang dan pemiliknya juga pentingnya arti si hewan bagi
pemilik

Penilaian:
- Fotografis
- Kreativitas
- Cerita

Tersedia hadiah bagi Pemenang I (pet accessories), II (kaos singcat.com) , III dan favorit pilihan anggota Blogfam (souvenir dari Rara79).

Mari ramai-ramai berpartisipasi :cheers:
Sukses bagi semua peserta!!!
=======

Pertimbangan untuk memasukkan unsur cerita pemilik tentang hewan peliharaannya dalam lomba ini adalah karena berhubungan dengan dunia blog yg memang kesehariannya menuliskan cerita. Selain itu, ingin juga mengetahui kedekatan antara pemilik dengan hewan peliharaannya.

Dari postingan cerita peserta lomba inilah, para juri dan semua keluarga blogfam yg membacanya bisa ikut terbawa rasa keharmonisan sebuah hubungan antara manusia dengan hewan.

Dari 14 peserta yg mendaftar, hanya sembilan perserta yg mengikuti persyaratan pada hari 'H', 20 Juni 2005. Empat peserta mengundurkan diri, dan seorang peserta gugur karena hanya memposting foto tapi tidak ceritanya.

Inilah potongan ungkapan rasa dari postingan cerita peserta lomba bersama hewan peliharaannya.

Juju :
"...gizmo itu penghibur saya. Ketika saya sedih, gizmo bisa merasakan dan dia langsung mendekati saya pasang muka lucunya, bikin hati terhibur. Sayapun tidak kesepian dirumah biarpun sendiri, karena gizmo selalu ada dirumah."

Michelle:
"Tapi walau gw perlu waktu beberapa minggu untuk bisa ngedeketin dia pas pertama kali (and mesti rela jari/tangan gw luka2 digigit atau kena kukunya yang nan tajam), gw sekarang emang dah attached banget ama piaraan gw yg satu ini, dan kayaknya tiap kali lewat tempat nangkringnya gw pengen pelukiiiiiin aja."

Alice:
"Shug ini paling takut sama yg namanya hujan, petir and camera. Dia itu paling anti banget kalo denger "want to take a picture?" Gw selalu berantem dulu or kejar2an kalo mo ambil fotona Shug or Shug langsung lari ke tempat persembunyiannya. Dia biasa sembunyi di walking closet and dia bisa sembunyi seharian."

Ayu:
"Atau yg paling gue demen pas eventnya kalo kita baru pulang pas kita buka pintu mereka berdua si Slamet sama si Mimin berlari-lari kecil menyambut kita dengan gaya abis bangun tidur kaget tentu saja dengan mata sipit mereka seperti orang yang baru bangun tidur kucel banget."

Princesslidz:
"Pertama kali Ko'i pindah ke rumah kita, umurnya belon genap setahun. Dulu katanya Ko'i ngga ngerti bahasa inggris. Dia ngertinya bahasa China. HAHA! Sekarang juga klo kita bilang: "Ni Hao Ma?" kupingnya langsung berdiri and kepalanya digerakin ke kanan. Masih ngarti dia!"

Tyaw:
"Beberapa facts about Ucok :
1. Ucok itu sebenernya kucing jantan yg normal, tapi heran dia selalu diajak kawin sama kucing jantan lainnya...
2. Ucok itu pemales.. makannya mau yang enak2 aja.. Ngemilnya musti khusus Chitato."

Ebi:
"Doggy kesayangan daku ini jenis campuran, Maltese x Shih Tzu, kalo menurut buku sih memang jenis anjing untuk anak-anak dan keluarganya. Sifatnya ramah, suka maen, cepet akrab dan setia sama pemiliknya, tapi yang agak repot bulunya itu loh. Harus rajin disikat, kalo ga kusut n gimbal gitu."

Sunshine:
"..terus kadang2 rasa ingin tahunya besar sekali, kalo ada lemari yang terbuka, kantong2 plastik, keranjang2 kosong, pasti udah jadi ajang permainannya. Si kucing kesayangan gue ini juga punya kebiasaan2 aneh. Yang pertama2 ditemukan adalah kegemarannya makan buah apel."

Jekih:
"Pendek kata, walaupun aku buta warna, hidupku ternyata penuh warna. Sebagai seorang, eh, seanjing Jack Russel, rentang hidupku mungkin hanya sekitar 15 tahunan. Dan dari hidupku yang mungkin tinggal sedikit (ya, yaa.. aku memang sudah bau tanah) ingin aku menghabiskannya bersama Wendy."
======

Selesai perhitungan nilai dari para juri (29 Juni 2005), maka panitia dengan suka cita pada tanggal 30 Juni 2005 mengumumkan para pemenang lomba ini.

Selamat untuk Princesslidz dan Ko'i-nya yg mendapat posisi pemenang pertama dan pemenang favorit pilihan keluarga Blogfam. Ucapan selamat ditujukan pula kepada pemenang kedua dan ketiga, yaitu Wendy bersama Jekih-nya dan Ayu dengan Mimin-Slamet-nya.

Akhirnya, ungkapan terima kasih dihaturkan kepada semua pihak yg sudah membantu dan mensupport terselenggaranya event Blogfam kali ini. Hedop Blogfam!! (panitia: rwidiani&yna)
Kerlip Bintang <my family>
My Hobby in Sewing
Utak-atik Blog <my tutorial>
buka jasa pembuatan website dan blog. kontak di bundana(at)gmail(dot)com

Offline YNa

  • Global Moderator
  • Dagang Ponsel
  • *****
  • Posts: 1.475
    • Kerlip Bintang
Blogfam: Sejarah dan Berita
« Reply #6 on: Tuesday, August 30, 2005, 03:41 AM »
Lomba-Lomba 17-an Blogfam

Semangat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia seakan berimbas pada Komunitas Blogger Family. Engga tanggung-tanggung, Blogfam menggelar tiga lomba sekaligus untuk memeriahkan Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus tahun ini.

Promisi dilakukan lewat berbagai media online. Selain di Pengumuman forum Blogfam, juga disosialikasikan via email member Blogfam, milis Blogfam, friendster dan memajang banner lomba di blog panitia, moderator, admin bahkan peserta lomba.

Event yang berjudul "Lomba-Lomba 17-an Blogfam" ini membuka pendaftaran mulai 15 - 23 Agustus 2005 untuk masing-masing lomba entry, lomba pantun dan lomba foto, yang kesemua lomba bernuansa kemerdekaan Indonesia.

Semangat para member Blogfam pun terlihat dengan begitu banyaknya peserta yang mendaftar. Tercatat, 63 peserta lomba entry, 17 peserta lomba foto dan 14 peserta lomba pantun. Dimana kesemua peserta yg sudah mendaftar tadi diwajibkan memenuhi berbagai ketentuan lomba, baik ketentuan khusus untuk masing-masing lomba maupun ketentuan umum seperti memajang banner lomba dan memposting karyanya di forum juga di blog masing2 pada tanggal 24 - 26 Agustus 2005.

Ada beberapa peserta mengundurkan diri dengan atau tanpa pemberitahuan. Beberapa lagi terpaksa didiskualifikasi karena kurangnya ketentuan lomba yang harus dilakukan peserta pada tanggal pelaksanaan. Hal ini sangat disayangkan, karena Panitia sudah berusaha keras mengingatkan sebelumnya dengan berbagai cara. Kami berharap para peserta yg belum bisa mengikuti lomba kali ini bisa kembali berpartisipasi pada lomba-lomba Blogfam berikutnya ;)

Setelah dilakukan pengecekan ketentuan lomba oleh panitia, didapatkan 49 judul entry dari 48 peserta, 11 pantun dari 11 peserta dan 14 foto dari 9 peserta yang dinyatakan lolos untuk dinilai dewan juri dan berhak dipilih sebagai pemenang favorit.

Penilaian oleh dewan juri dan polling pemilihan pemenang favorit oleh member Blogfam untuk masing-masing lomba dilakukan pada tanggal 27 - 29 Agustus 2005. Sedangkan pengumuman pemenang Lomba-lomba Blogfam ini digelar pada tanggal 30 Agustus 2005, dengan pemenang sbb:

A. Lomba Entry
Pemenang 1 : Bunda Naila
Pemenang 2 : Sam
Pemenang Favorit : Yayamz

B. Lomba Pantun
Pemenang 1 : Firdauss
Pemenang 2 : Yunisri
Pemenang Favorit : Mas Tom

C. Lomba Foto
Pemenang 1 : Pyurio
Pemenang 2 : Bitiqe
Pemenang Favorit : Bitiqe

Setiap pemenang lomba di atas berhak atas "banner pemenang" dan hasil karyanya dimasukkan dalam Artikel Portal Blogfam. Selamat untuk para pemenang!

Terima kasih tulus terucap untuk para peserta, dewan juri, admin dan moderator Blogfam dan semua member Blogfam yang sudah berpartisipasi memeriahkan lomba Blogfam kali ini. Juga yang telah memberikan bantuan sumbang saran, kerja sama, dukungan dan kritik membangunnya. Hidup Blogfam!

Panitia
YNa, Rwidiani, Hirta dan Itha
Kerlip Bintang <my family>
My Hobby in Sewing
Utak-atik Blog <my tutorial>
buka jasa pembuatan website dan blog. kontak di bundana(at)gmail(dot)com

Offline maknyak

  • Administrator
  • Dagang Berlian
  • *****
  • Posts: 4.256
    • http://serambirumahkita.blogspot.com/
Re: Blogfam: Sejarah dan Berita
« Reply #7 on: Tuesday, April 08, 2008, 04:59 PM »
Suplemen

MERAYAKAN KOMUNITAS, MENGKAJI SELEKTIFITAS

Sumber: http://korantempo.com/korantempo/2007/02/25/Suplemen/krn,20070225,44.id.html

Sejumlah mailing sastra berulang tahun. Sejumlah acara digelar, sejumlah karya didaftar. Belum diyakini memberikan pengaruh penting bagi perkembangan sastra nasional.

SEBUAH pertanyaan terlontar dari mulut cerpenis Damhuri Muhammad. “Saya dengar bang Remy masih menggunakan mesin tik dalam menulis naskah, apa betul? Apakah karena bunyi mesin tik itu yang menyebabkan abang terus aktif menulis?” tanya pengarang kumpulan cerpen Lidah Sembilu itu dengan antusias.

Remy Silado, yang duduk di kursi pembicara, menjawab cergas. “Ah, tidak benar soal mitos bunyi mesin tik itu, apalagi supaya tetangga tahu saya masih kerja larut malam karena bunyi tak-tok-tak-toknya. Masalahnya sederhana saja, saya ini gagap teknologi. Punya lap top, tapi masih nggak berani menggunakan,” Mata sastrawan itu menyapu hampir seratusan hadirin. “Saya malah punya cerita lucu waktu Harry Roesli menelpon saya. Dengan sedih dia bilang repertoar musik untuk sebuah pergelaran tiba-tiba hilang. Saya bilang, makanya kalau nggak bisa komputer jangan sok tahu,” lanjutnya disambung tawa pengunjung.

Dialog di atas tidak terjadi di salah satu ruangan Taman Ismail Marzuki, atau kantong-kantong budaya yang bertebaran di Jakarta. Percakapan kedua sastrawan berbeda generasi itu berlangsung di sebuah ruangan sejuk yang dikelilingi lautan buku impor, CD dan pelat rekaman dalam kemasan vinyl menarik, di ruangan belakang toko buku ak.'sa.ra, Kemang, Jakarta Selatan.

Hari itu, Minggu 28 Januari 2007, Remy Silado membagi proses kreatif penulisan karya-karyanya, novel maupun puisi, kepada anggota mailing list (milis) Apresiasi Sastra – populer disebut Apsas -- yang sedang berulang tahun kedua. Remy ditemani Kurnia Effendi, cerpenis yang baru meluncurkan kumpulan cerpen terbaru Burung Kolibri Merah Dadu, Rabu dua pekan silam.

Sejumlah acara lain digelar. Dari bedah buku anggota seperti Lidah Sembilu karya Damhuri yang dikupas novelis Ita Siregar; diskusi dua buku kumpulan puisi Di Lengkung Alis Matamu (Johannes Sugianto), dan Biru Hitam Merah Kesumba (karya kolaborasi Lulu Ratna, Olin Monteiro, Oppie Andaresta, dan Vivian Idris yang menamakan diri mereka “perempuan bukan penyair”), sampai musikalisasi sajak Sutardji Calzoum Bachri yang dilakukan Iwan Sulistiawan-Rilla Romusha.

Jika sebagian besar nama di atas jarang ditemukan di halaman-halaman sastra koran minggu, harap maklum. Ini era sastra internet, bung! Jika ingin mengenal mereka lebih jauh, berselancarlah di dalamnya. Maka akan terungkap bahwa Ita adalah karyawan Femina non-redaksi, Johannes itu staf kehumasan perusahaan tepung terigu terbesar di Indonesia, Lulu adalah distributor film independen (yang lebih dulu berkibar namanya di kalangan sineas), Olin merupakan aktivis sebuah LSM, dan Vivian mantan publicist sebuah festival film internasional yang kini bergerak di industri buku dan musik. Mungkin baru figur keempat, Oppie Andaresta yang sudah dikenal secara nasional sebagai penyanyi papan atas.

Kalau daftar di atas masih ingin dilanjutkan, maka Iwan yang lebih suka dipanggil Bung Kelinci adalah Kepala Bagian Kemahasiswaan sekaligus dosen bahasa Inggris di Sekolah Tinggi Bahasa Asing Lembaga Indonesia Amerika (STBA LIA). Beberapa cerpennya pernah muncul di The Jakarta Post, sedangkan Rilla adalah ... mantan mahasiswa Iwan!

Dan, oh ya, salah seorang moderator milis datang dari Bandung. Hernadi Tanzil namanya, juga dikenal sebagai peresensi buku yang produktif di dunia maya. Pekerjaan resmi? Kepala bagian akunting di sebuah pabrik kertas di Kota Kembang.

Jika nama anggota yang berhalangan hadir harus disebut, beberapa di antaranya adalah penyair Hasan Aspahani (Batam), novelis Hary B. Kori'un (Pekanbaru), pemenang Khatulistiwa Literary Award 2006 novelis Gde Aryantha Soethama (Bali), dramawan Ikranagara (Amerika Serikat), esais-pemikir JJ Kusni (Paris), sampai sastrawan eksil Sobron Aidit yang baru dua pekan silam meninggal dunia.

Nah! Keguyuban lintas profesi seperti ini memang khas komunitas yang terbentuk di internet. Tapi apakah hanya keguyuban saja yang menjadi tujuan? Anggota Apsas membuktikan sepanjang 2006 mereka menelurkan tak kurang dari 50 buku berupa novel, puisi, esai-esai catatan perjalanan, sampai cara memilih nama bayi! Dan semua karya itu bisa ditemukan di rak-rak toko buku nasional. (Lihat: judul artikel Kurnia Effendi, Menuju Institusi Apresiasi Sastra, Mungkinkah?).

***
PERJALANAN yang lebih panjang ditorehkan Forum Lingkar Pena (FLP), komunitas penulis yang Sabtu lalu merayakan ulang tahun ke-10. “Ini merupakan fase kedua perjalanan FLP. Setelah mengejar kuantitas anggota, kini saatnya berkonsentrasi menggarap kualitas anggota,” ujar M. Irfan Hidayatullah, Ketua Umum FLP periode 2005-2009.

Peringatan satu dekade itu dipusatkan di Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional dengan sederet acara, termasuk peluncuran 10 buku karya anggota FLP. Mulai dari karya sang Ketua Umum sampai karya Bella, 9 tahun, novelis cilik putri Gola Gong. (Tentang profil lengkap dan karya Bella baca sisipan Iqra majalah Tempo, edisi 26 Februari – 3 Maret 2007, berjudul Dunia Fantasi Ataka dan Kawan-kawannya).

Perhatian untuk menggarap kualitas anggota itu mestinya bukan slogan di awang-awang. Sebab Irfan sendiri adalah dosen yang memegang tiga mata kuliah sekaligus di Jurusan Sastra Universitas Padjajaran: Kritik Sastra, Sastra Lisan (Folklor), dan Pengkajian Puisi Indonesia. Artinya, secara teknis ia memang memiliki kemampuan untuk mendongkrak kualitas karya-karya anggota FLP, yang secara berkelakar sering diformulasikan oleh mereka sendiri sebagai “cowok berandal bertemu cewek jilbab = insyaf”.

Sadar akan label “sastra Islam” yang melekat begitu kuat pada karya-karya anggota FLP, Irfan akan menghela arah komunitas itu ke arah yang lebih luas. “Tidak hanya menggeluti tema-tema keislaman, tapi juga kesusastraan nasional,” ujarnya. Irfan bermimpi, momen selebrasi untuk merayakan komunitas ini sebagai “jalan baru menuju kesusastraan Indonesia”

Jika dilihat secara administratif, komunitas yang didirikan oleh dua kakak adik Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia ini boleh jadi merupakan komunitas penulis yang paling tertata saat ini. Memiliki anggota sekitar 5.500 anggota tersebar dalam 48 cabang di seluruh Indonesia, dan 8 wilayah luar negeri (Hong Kong, Singapura, Mesir, Sudan, Jepang, Eropa, Amerika Serikat, dan Belanda yang menjadi wilayah sendiri terlepas dari Eropa, sejak bulan lalu), barisan penulis FLP kini bertambah dengan Habiburrahman El-Shirazy, penulis novel laris Ayat-ayat Cinta, yang sudah dicetak belasan kali sejak diterbitkan awal 2004.

***

SELAIN dua milis di atas, beberapa milis lain yang merayakan momen ulang tahun sepanjang Januari-Februari 2007 adalah milis penulis sajak Fordisastra (ulang tahun pertama), Pasarbuku (ulang tahun ke-7), dan Penulislepas (ulang tahun ke-6, untuk lengkapnya lihat tulisan Jonru Ginting, Harta Karun Bernama Milis PenulisLepas).

Menarik disimak kiprah milis Blogfam, yang merayakan ulang tahun ke-3 pada 13 Januari 2007. Milis yang secara teknis lebih maju -- karena menggunakan fitur internet seperti blog (web log) – ini dirancang oleh Labibah Zain, mahasiswi doktoral di Universitas McGill, Montreal, Kanada, yang cerpen-cerpennya juga semakin banyak tercetak di media cetak nasional pada trimester akhir 2006.

Salah satu terobosan kreatif anggota Blogfam yang sangat menarik adalah membuat kumpulan flash fiction, sebuah fiksi yang lebih pendek dari umumnya cerita pendek (short short story). Flash fiction ini seringkali terdiri dari hanya ratusan kata. (lihat: artikel yang ditulis Rane ‘JaF’ Hafied, anggota Blogfam, 'Kompor' itu Bernama Blogfam).

Di mata Ibnu Wahyudi, dosen Sastra Bandingan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia yang juga pengamat aktif milis-milis sastra, fungsi utama dari keberadaan milis-milis ini baru sebagai wadah komunikasi dan medium untuk menampilkan identitas. “Saya kira masih belum terlihat kontribusinya bagi perkembangan sastra nasional,” ujarnya.

Penyebab pertama adalah karena semua karya bisa tampil tanpa ada otoritas yang menyeleksi mana karya yang layak, mana yang belum layak. Campur aduknya kualitas karya membuat bobot rata-rata karya dari para “sastrawan internet” ini masih harus ditakar dengan seksama. “Bukan berarti tidak ada yang bagus, tapi masih lebih banyak yang kurang bagus dibandingkan yang bagus,” tuturnya.

Penyebab kedua, adalah muara keinginan para anggota milis yang tetap memimpikan karyanya dicetak seperti karya-karya sastrawan sebelum era internet. “Bagi saya ini agak aneh, karena jika penekanannya pada kata maya, seharusnya karya-karya itu tidak perlu dibukukan,” ujarnya.

Namun Ibnu Wahyudi masih melihat peluang bagi para anggota milis untuk memberikan pengaruh positif bagi perkembangan sastra nasional, “sepanjang unsur selektifitas tidak dilupakan,” simpulnya. “Tanpa itu, saya khawatir fungsi milis hanya berakhir sebagai sarana silaturahmi.”

Sebuah sinyalemen yang layak diperhatikan para “sastrawan internet” di berbagai milis, di tengah keriaan selebrasi masing-masing komunitas.

AKMAL NASERY BASRAL


Yang ini tulisan lepasnya, dibuat atas permintaan Koran Tempo kepada Maknyak'e dan tak coba tulis.. Smile

Quote
Minggu, 25 Februari 2007

Suplemen
KOMPOR' ITU BERNAMA BLOGFAM

Sumber: http://korantempo.com/korantempo/2007/02/25/Suplemen/krn,20070225,43.id.html

Kompor! Kata itu demikian akrab di kalangan komunitas Blogger Family atau Blogfam. Tak berlebihan, karena para anggota komunitas ini memang gemar saling 'mengompori' untuk selalu melakukan hal-hal baru. Hasilnya, hingga kini selalu saja ada kegiatan unik nan menarik yang mereka ciptakan, hingga para anggota betah berinteraksi di komunitas ini.

Blogfam adalah komunitas blogger yang dirintis para ibu -- mereka menyebut diri sebagai emak-emak -- sejak tiga tahun silam. "Ideologi" yang mereka usung adalah kekeluargaan. Para emak itu berasal dari Indonesia namun tinggal di berbagai belahan dunia. Adalah Labibah Zain yang tengah belajar di Kanada, Ikaray yang saat itu masih berada di Irian, Pingkan di Georgia, Widi di Jepang, Rieke di Jakarta, dan Intan di Inggris, yang sepakat membangun komunitas ini. Sebelumnya mereka sudah kerap berinteraksi lewat weblog masing-masing.

Kenapa tidak bergabung dengan komunitas blogger yang saat itu mulai marak? Rupanya mereka merasa terlalu 'tua' untuk itu. Tetapi karena keinginan untuk berkumpul demikian tinggi, mereka memutuskan membangun komunitas sendiri.

Akhirnya, tepat 6 Desember 2003, resmilah para founder itu membangun "tempat nongkrong" bersama berupa mailing list. Konsep yang diusung adalah mengembangkan "kehangatan sebuah keluarga". Rupanya, milis ini memikat banyak orang. Dengan cepat anggota baru terus bertambah. Berbagai macam jenis perbincangan pun meramaikan mailbox.

Pesatnya perkembangan milis mendorong para founder boyongan ke rumah baru yang berbentuk forum. Dengan format ini, ibarat sebuah rumah, berbagai macam kamar bisa mereka siapkan sesuai topik diskusi. Maka tersedialah "kamar" untuk membincangkan urusan dapur, sekadar curhat, ngerumpi, sgaleri kreasi, utak atik blog, sampai teknologi informasi. Semua diakomodasi forum Blogfam.

Diskusi jadi lebih tertata rapi dan para emak itupun sepakat untuk terus menyambut siapapun dengan penuh kehangatan ala sebuah keluarga. Rasanya nyaris semua anggota bisa memberikan testimonial tersendiri tentang pengalaman mereka ketika pertama kali bergabung di Blogfam. "Seperti disambut orang satu kampung," begitu istilah salah seorang anggotanya.

Para anggota Blogfam menjadi sangat beragam. Dari para remaja hingga dewasa, pengangguran hingga profesional, pengarang hingga wartawan, insinyur hingga dokter, dari Jogjakarta sampai Amerika semua disambut dengan tangan terbuka dan belakangan terbukti merekalah yang membuat Blogfam berkembang pesat hingga kini di usianya yang ke-3.

Anggota lama kemudian direkrut untuk bertanggung jawab atas kelancaran dan pengembangan setiap ruang dan dari sinilah cikal bakal beragam karya menyeruak muncul, yang berawal dari kegiatan diskusi dan saling mengompori. Dari saling mengompori itu pulalah lahir berbagai kegiatan yang melibatkan para anggotanya, mulai dari lomba masak virtual yang telah tercatat sebagai rekor MURI, lomba karya template blog, lomba foto, lomba posting sampai ke kegiatan menulis cerita bersama hingga menerbitkan majalah online.

Bosan dengan sekedar berinteraksi di dalam komunitas, para anggotanya juga berlompatan keluar menerabas dunia virtual dengan berbagai macam kegiatan, mulai dari kopdar (kopi darat atau pertemuan para anggota) entah berupa arisan atau bowling, pelatihan dan seminar blog, kegiatan sosial seperti mengumpulkan dana untuk menyumbang korban bencana, sampai ke penerbitan buku. Bahkan saat ini mulai berkembang diskusi untuk juga mencoba membuat lagu yang dilakukan bersama-sama dengan memanfaatkan keahlian berbeda-beda dari anggotanya.


KEGIATAN TULIS MENULIS: DARI HOBI KE KARYA NYATA

Dari seluruh kegiatan di Blogfam, contoh kegiatan yang saat ini tengah digandrungi anggotanya adalah kegiatan tulis menulis yang memang menjadi dasar pembuatan sebuah blog. Kegiatan ini ditampung di salah satu ruang di forum Blogfam yang dikenal dengan Galeri Kreasi. Disini para anggota memajang kreasi mereka dan membiarkan anggota lain menanggapi dengan cara masing-masing. Tak cukup saling mengomentari, para anggota juga mulai menjajal kemampuan dengan menggelar lomba internal secara rutin baik berupa lomba puisi, pantun, cerpen sampai menulis cerita bersama yang kemudian dikenal dengan cerita estafet atau cerfet.

Walhasil, kegiatan di ruang Galeri Kreasi berhasil menggali banyak bakat-bakat terpendam dan juga penggemar-penggemarnya sendiri di dalam forum. Kepercayaan diri mulai muncul. Pihak manajemen Blogfam mencoba menawarkan beberapa karya ke penerbit. Ternyata setelah melalui berbagai penolakan dan ujian di sana sini, gayung akhirnya bersambut. Jadilah Blogfam bak ladang bagi sejumlah penerbit untuk mencari karya baru. Lahirlah buku Teen World: Ortu Kenapa Sih? (Penerbit Cinta) yang berisikan pengalaman para anggota dengan orang tua mereka. Inilah karya kongkrit pertama Blogfam yang diikuti bermunculannnya karya lain seperti kumpulan cerpen Biarkan Aku mencintaimu dalam Sunyi (email Terbuka seorang Selingkuhan) (Penerbit Gradien) dan Flash!Flash!Flash! (Penerbit Gradien) yang seperti namanya adalah kumpulan cerita sekilas atau Flash Fiction.

Kompor itu menyala semakin panas. Tahun ini paling tidak sudah ada rencana menerbitkan Kumpulan Cerita Anak dan juga kumpulan cerpen bertema "Komedi Cinta". Kegiatan menulis cerita estafet di Galeri Kreasi yang sudah memiliki peminat sendiri di kalangan anggota Blogfam juga berbuah hasil dengan rencana penerbitan salah satu karyanya oleh sebuah jaringan penerbit besar di tanah air. Kepercayaan diri para anggota yang tulisannya diterbitkan -- setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat -- mulai menguat. Beberapa anggotanya secara individu juga telah menghasilkan karya sendiri mulai dari penerbitan karya tulisan di blog mereka masing-masing, sampai novel dan juga buku-buku self help untuk kalangan remaja.

Minat para anggotanya di bidang penulisan dan juga jurnalistik semakin diakomodir dengan diterbitkannya Majalah Online 'bz!' (Blogfam Magazine) yang tepat bulan Februari 2007 ini memasuki usianya yang pertama. Bak sebuah majalah biasa "bz!" hadir setiap bulan dengan beragam karya anggotanya, serta juga menghadirkan beragam informasi terbaru di dunia blogging. Berbagai isu yang tengah aktual di kalangan para blogger juga diulas seperti kasus Roy Suryo versus sejumlah blogger sampai fenomena kemunculan Jurnalistik Warga.

Sosok-sosok penting juga kerap dihadirkan di sini, mulai dari pengarang sekelas Andrea Hirata hingga tokoh-tokoh seperti Wimar Witoelar. Ini bukan sekedar untuk menaikkan gengsi belaka, karena misi yang tidak kalah penting adalah memperkenalkan Blogfam secara khusus dan dunia blogging secara umum kepada berbagai kalangan, sekaligus menunjukkan kepada para blogger -- yang masih sering dicap narsis dan tukang curhat tanpa juntrungan -- bahwa apapun apapun karyanya, mereka juga punya sumbangan tersendiri bagi kekayaan khazanah konten internet Indonesia.


BLOGFAM KE DEPAN: HANYA INGIN TETAP EKSIS!

Semua karya nyata ini ternyata membuat Blogfam semakin diminati bahkan konon telah menjadikannya sebagai komunitas blogger Indonesia terbesar dengan hampir 2800 anggota (data Januari 2007). Meskipun dalam tiga tahun ini berbagai pencapaian telah diraih, namun ke depannya misi Blogfam tidaklah muluk-muluk: Ingin terus eksis sampai kapanpun juga! Sederhana memang, tapi tidak sesederhana mengucapkannya karena mempertahankan apa yang sudah ada akan jauh lebih susah.

Sebagai bagian dari keinginan untuk tetap eksis itu, di usianya yang ketiga Blogfam mencoba melakukan lebih banyak upaya regenerasi. Moderator-moderator baru mulai direkrut dan pesta demokrasi kecil-kecilan di kalangan para pengurusnya pun digelar. Hasilnya, jabatan 'Presiden' Blogfam beralih dari Labibah 'Maknyak' Zain ke tangan penerusnya Parwita Mohan atau lebih dikenal dengan Itha. Itha dan tim moderator serta admin teknisnya diharapkan bisa terus menjaga agar 'kompor' itu tetap menyala, menawarkan 'kehangatan' kekeluargaan yang tiga tahun lalu mulai disulut oleh para foundernya, sekaligus 'memanasi' anggotanya untuk terus berkarya nyata apapun bentuknya.

Kompor itu bernama Blogger Family!

~~
Ditulis dari berbagai sumber dan "wawancara virtual" dengan para Founder Blogfam oleh: Rane 'JaF' Hafied # http://anotherfool.wordpress.com

(salah seorang moderator Blogfam)

Offline maknyak

  • Administrator
  • Dagang Berlian
  • *****
  • Posts: 4.256
    • http://serambirumahkita.blogspot.com/
Re: Blogfam: Sejarah dan Berita
« Reply #8 on: Tuesday, April 08, 2008, 05:04 PM »
dari postingan amril di berbagai suka dan duka

Quote
Wow, Blogfam makin berkibar nih!

Ada dua liputan mengenai blogfam dan acaranya. Masing-masing di Majalah MATA BACA Edisi Januari 2007 (Acara JPB-2 di Common Room Bandung), seperti gambar dibawah



Ciee..ada nama siapa tuuh di baris paling bawah?

Dan di Majalah Men Health Indonesia edisi February 2007 (atas informasi Sam di milis Bloggerfamily)



Selamat dan Sukses buat Blogfam !